Senin, 19 September 2011

JIWA YANG RESAH

Dalam riuh angin yg menerpa dedaunan,melayang sebuah jiwa mencari sebuah jawaban dr tanya yg tak pernah lenyap dari pikiranya.didekat mawar yg sedang bermandikan pendar rembulan,duduk sesosok kelembutan dari wajah yg berseri.jiwa itupun mendekatinya,menyapanya dg suara yg lirih,"wahai engkau jiwa tenang yg tersenyum kepada alam,tolonglah driku yg terasing dalam driku sendiri.tlah jauh kulewati malam2,tlah letih kulewati siang,tlah kutanyakan kepada mereka yg sedang tertawa,mereka yg sedang menangis,dan kepada mereka yg sedang termenung.namun suara2 mereka bagai desahan kesakitan,bahkan kulihat jiwa2 mereka terpuruk dalam sudut hatinya yg mulai kelam".menoleh jiwa tenang itu,senyumnya lebih indah dr senyuman bulan malam itu,tatapan matanya lebih cemerlang dari kerlipan bintang.nampak ketenangan yg tak pernah terhapus oleh perjalanan masa.ketika kata2 keluar dari bibirnya,seperti mantra damai yg dipanjatkan alam,"wahai jiwa yg gelisah,tak perlu kau jelaskan panjang lebar tentang gundahmu,aku dsni menantimu untuk berikan apa yg kau cari dlm hari2mu yg panjang,dengarkan wahai saudaraku yg menyusuri malam,tak perlu kau habiskan waktumu untuk mencari jawaban dr tanyamu.cukup kau selami hatimu dg kesucian,dan semua tlah nampak tergambar tanpa keraguan.namun kau bukanlah jiwa yg peka yg dapat menerima kebaikan.hingga kaupun tak mampu selami indahnya hatimu.wahai saudaraku yg menatap kosong langit yg luas,jika kau tanyakan makna cinta,maka pasti tlah kau dengar dari bisikan angin yg menyampaikan kata2 mereka,tentang keindahanya,tentang kesakitanya,tentang buaian yg mampu membuat kita melayang menari bersama bintang,yg manisnya membuat kita enggan untuk meninggalinya,yg pahitnya menyekat dada hingga sesak yg teramat.wahai sahabatku,semua itu adalah benar,dan semua itu tlah mereka rasakan,dan tanyakan pada mawar dsampingmu itu,niscaya kelopak mereka yg cantik tlah dihadiahkan untuk pujaan hatinya,kekasih yg mereka puja2 menjelang tidur mereka.wahai saudaraku,cinta itu sebenarnya hanyalah ruang kosong yg Tuhan sematkan dalm sudut hati kita,dalam ruang jiwa kita yg luas.ruang itu tkkkan mampu kau lihat tepianya,tkkan mampu kau berjalan mengitari luasnya.dan semua terserah mereka,apapun bs mereka semaikan dlm ruang itu.kt bs hiasi dg kesucian,ketulusan,kepercayaan,kelembutan,dan kehangatan yg membenamkan gelisah.dan tak banyak dr kita yg begitu tamak menghiasainya dg segala keindahan dunia,dg nafsu,hasrat gelap yg hanya kan ciptakan luka.wahai saudaraku,cinta itu bukan barisan puisi yg indah,bukan pujian dan rayuan.namun cinta itu adalah perjalan dan sebuah tujuan.wahai saudara yg lelah mendengar bibirku yg asyik melantunkan nyanyian jiwaku.jangan kau benamkan hatimu dalam ruang kosong itu,namun jagalah ruang kosong itu.wahai saudaraku,kurasa kau mengerti dan telah temui makna yg terbesit dr untaian kata yg tlah terucap".jiwa yg sedari tadi khikmat menyimak kata2 dari kedamaian itu tersenyum,lalu dgn suara lantang dia berkata"aku pasti akan hiasi ruang itu dg hakekat keindahan,yg kan ciptakan damai dalam abadi,wahai engkau kedamaian yg aroma nafasmu lbh menyenangkan daripada mawar yg menengadahkan kelopaknya kepada bulan,kau telah mengejawantahkan tanya yg selimuti hati dari hari kehari.biarkan aku menruskan perjalanku bersama angin malam ini untuk mengisi ruang kosong ini".dan kedua jiwa itu terpisah hening,hanya pepohonan yg msih setia melantunkan kidung malam.

0 komentar:

Poskan Komentar

var adfly_advert = 'int'; var adfly_advert = 'banner';